Sadar akan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi, maka sejak tahun 1976 Universitas Brawijaya (UB) secara terus-menerus mengadakan peningkatan mutu aktivitas instruksional melalui berbagai macam program antara lain Program Akta Mengajar V, Pelatihan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) terhadap dosen muda serta Program Applied Approach (AA) bagi dosen senior, sehingga di UB pada waktu itu terdapat suatu tim yang dikenal sebagai tim AA.

Keberhasilan UB dalam meningkatkan kemampuan instruksional telah diakui oleh berbagai macam pihak terbukti dengan seringnya tim AA mendapat undangan untuk melakukan pelatihan di luar kampus. Meskipun demikian secara struktural tim AA tidak memiliki kaitan dengan struktur kelembagaan di UB. Kondisi ini mendorong terbentuknya Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Brawijaya (disingkat LP3-UB) sebagai salah satu lembaga yang dimiliki Universitas Brawijaya pada tahun 1998 berdasarkan SK Rektor No.20/SK/98 bertanggal 12 Maret 1998 yang memiliki empat pusat, yaitu:

  1. Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI)
  2. Pusat Pengembangan Relevansi Pendidikan (P2RP)
  3. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional (P3AP)
  4. Pusat Pengembangan Manajemen Pendidikan (P2MP)

Sesuai dengan usulan UB menjadi BHPMN tahun 2007, maka LP3-UB adalah  Unit Kerja Penunjang Pelaksana Akademik (UKPPA) UB berdasarkan SK Rektor. Dengan demikian, kehadiran LP3-UB tidak menambah kompleks birokrasi di tingkat universitas dan masih tetap ada selama sistem penjaminan mutu belum membudaya dalam penyelenggaraan kegiatan akademik UB. Untuk itu, dalam menjalankan mandat rutin, kegiatan harian LP3-UB berada di bawah koordinasi Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Sebaliknya, kegiatan strategis yang membutuhkan kebijakan tingkat universitas, langsung dikendalikan oleh Rektor. Konsekuensinya, hampir seluruh kegiatan didukung oleh dana Pembiayaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UB dan anggaran DIPA yang diajukan rutin tiap tahun. Pertanggungjawaban keuangan dilakukan setiap kegiatan.

Manual Prosedur (MP) atau Instruksi Kerja (IK), kegiatan satu tahun tersebut disusun di bawah koordinasi Sekretaris LP3-UB. Secara lebih detail, dipresentasikan dan implementasinya dikoordinasi minimal oleh seorang penanggung jawab. Kegiatan dijalankan berdasarkan prinsip efektivitas, efisiensi sumber daya, indikator kinerja berbasis outcomes dan berkelanjutan. Guna memudahkan koordinasi pengembangan SMM ISO 9001:2008 maka Ketua LP3-UB melalui rapat pleno dan Surat Tugas No. 593a/UN10.20/KP/2013 menunjuk Sekretaris sebagai Manager Representative (MR). Adapun tugas adalah:

  1. Memantau semua proses yang terkait SMM dengan pihak internal dan eksternal sehingga kegiatan terlaksana serta terpelihara.
  2. Merencanakan dan mengkoordinasi jadwal rutin tinjauan manajemen serta perbaikan SMM LP3-UB.
  3. Mengkoordinasikan pengelolaan dokumen, rekaman dan sumberdaya di lingkungan LP3-UB.
  4. Membantu Top Management merencanakan, merumuskan, memantau, harapan kepuasan Rektor dan feedback pelanggan lainnya.
  5. Memantau dan melaporkan ketercapaian indikator sasaran mutu minimal dua kali setiap tahun.