Ditulis pada tanggal 1 Maret 2012, oleh admin, pada kategori Berita, Informasi, Pengumuman

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, membuat terobosan bermakna dalam konteks merancang terciptanya sarjana bermutu lulusan perguruan tinggi. Sebagaimana diketahui, telah terbit Surat Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 tertanggal 27 Januari 2012, tentang Publikasi Karya Ilmiah untuk Program S1/S2/S3. Di dalamnya termaktub ketentuan yang mewajibkan setiap calon sarjana menghasilkan makalah layak terbit di jurnal ilmiah serta benar-benar terbit di jurnal ilmiah. Jika gagal memenuhi ketentuan tersebut, maka gagal pula menjadi sarjana. Terobosan ini mungkin menjadi pil pahit bagi calon-calon sarjana, tetapi menjanjikan lahirnya sarjana-sarjana sejati atau sarjana yang tidak artifisial.

Sudah menjadi rahasia umum di Indonesia, para penyandang gelar sarjana tak otomatis bermutu sarjana. Gelar kesarjanaan yang disandang tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas ilmiah yang dikuasai. Itulah yang dapat menjelaskan mengapa di tengah kancah kehidupan masyarakat telah sejak lama muncul pasemon atau sindiran berkenaan dengan adanya “sarjana pesanan”. Artinya, secara legalitas formal seseorang menyandang gelar sarjana, tetapi secara substansial tidak berkualifikasi sarjana. Persoalan inilah sesungguhnya yang hendak dibereskan melalui terbitnya Surat Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012.

>>download surat publikasi karya llmiah

>>download video