Pelayanan Prima Sesuai Standar dan Tupoksi Oleh Tenaga Kependidikan

Rektor Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menekankan dua hal terkait pelayanan prima tenaga kependidikan Universitas Brawijaya (UB). Keduanya adalah perlunya memperbaiki pelayanan internal antar unit kerja/lembaga serta perbaikan layanan kepada stakeholders eksternal. Bisri menyampaikan hal tersebut di hadapan 42 orang Tenaga Kepedidikan UB yang mengikuti Pelatihan Pelayanan Prima, Kamis (14/09/2017). Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa stakeholders utama perguruan tinggi adalah mahasiswa, senyampang mereka mengikuti etika dan aturan yang berlaku.

Pelayanan tersebut, menurut Bisri disesuaikan pada standar yang telah dibuat. Ia kemudian memberikan contoh kasus jas almamater yang sempat dikeluhkan mahasiswa. Dalam ceritanya tersebut, si mahasiswa mengaku kedinginan karena belum menerima jas almamater sejak 2015. Dari penelusuran yang dilakukan, memang mereka terpaksa menunggu karena keterlambatan tender. Keterlambatan tersebut, diantaranya karena harus mengukur badan mahasiswa satu per satu. Karena itu, standar jas almamater pun dibuat, diantaranya pada warna, model, dan ukuran. “Dengan adanya standar, jas almamater UB menjadi lebih bagus. Bahkan yang paling bagus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” kata Rektor.

Agar tidak ada keterlambatan pelayanan, Rektor menyarankan perlunya birokrat untuk jemput bola. “Birokrasi kita terbiasa menunggu sehingga terlambat melayani,” katanya. Dalam hal surat menyurat misalnya, dengan keberadaan tracer surat, pihaknya berharap tidak ada lagi surat yang menumpuk dalam satu meja. Keterlambatan, menurutnya lebih banyak berada di level menengah ke bawah. Untuk seterusnya, Rektor berharap agar setiap tenaga kependidikan bisa memberikan pelayanan sesuai tugas pokok dan fungsi. “Tantangan yang lebih besar adalah mempertahankan prestasi UB yang pernah meraih Citra Pelayanan Prima dari Presiden Republik Indonesia,” Bisri menandaskan.

Pelatihan pelayanan prima diselenggarakan untuk menyamakan persepsi dan semangat tentang pelayanan prima disamping menambah wawasan baru dalam hal pengetahuan dan ketrampilan di bidang pelayanan pendidikan. Melalui pelatihan ini, diharapkan akan terbentuk karakter dan sikap “well manner” yang bisa meningkatkan citra baik UB sebagai institusi layanan pendidikan tinggi yang bertaraf internasional dan berdaya saing Asia. “Well manner” yang dimaksud adalah kemampuan memberikan layanan sesuai karakter, kemampuan menunjukkan kerapihan, kecepatan, kemudahan akses, kemudahan prosedur serta kemampuan bekerja dalam tim, secara aktif dan kooperatif.

Narasumber pelatihan ini adalah Prof. Suharjono; Dr. Kusuma Ratnawati, SE serta Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D. [Denok/Humas UB]