Ditulis pada tanggal 21 Oktober 2017, oleh admin, pada kategori Berita, Informasi, Kegiatan

embaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya (LP3M UB) kembali menggelar pelatihan Applied Approached (AA) bagi dosen-dosen di lingkungan UB. Pelatihan ini digelar dalam dua gelombang. Gelombang I diadakan pada Selasa (17/10/2017) di ruang rapat lantai 8 Gedung Kantor Pusat UB.

Applied Approach yang merupakan pelatihan manajerial pendidikan menghadirkan beberapa narasumber antara lain dari PJM UB, LPPM, dan dari LP3M.

Ketua LP3M UB Prof Munawar mengatakan bahwa dalam pelatihan AA akan membekali dosen dalam bidang kepemimpinan dan keorganisasiaan.

“Tugas dosen itu banyak tidak hanya dari bidang akademik atau mengajar saja namun juga bisa menjadi penasehat akademik. Orang tua menitipkan anaknya, maka setiap permasalahan mereka juga harus kita bantu,”katanya.

Dia mengatakan bahwa untuk menjadi dosen tidak hanya dituntut untuk menjadi hebat sendiri tapi juga bisa bekerja bersama dalam kelompok.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam team work adalah membangun reputasi dan peringkat UB di tingkat internasional sesuai dengan visinya menjadi perguruan tinggi kelas internasional.

DR. Achmad Wicaksono dari Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB megatakan,  ada beberapa pemeringkatan yang dimiliki UB pada tahun 2017 ini yaitu versi QS World Ranking dunia, QS World Ranking Asia, Webometric, 4ICU, UI Green Metric, dan Ristek Dikti.

Menurut pemeringkatan yang dilakukan oleh QS World,UB berada pada posisi ke 801+ dari 2.600 perguruan tinggi dunia dan 301+ dari 6000 perguruan tinggi dunia.

Sedangkan pada Webometric,UB ada di posisi 1614 dari 26000 perguruan tinggi dunia, 457 dari 11400 perguruan tinggi di Asia, dan 5 dari 500 perguruan tinggi di Indonesia.

Sesuai 4ICU, UB berada pada posisi 1354 dari 6000 perguruann tinggi dunia dan posisi ke 7 dari 500 perguruan tinggi di Indonesia.

Versi UI Green Metric, UB berada pada posisi ke 119 di dunia dan urutan ke 7 di Indonesia.

Ristekdikti menempatkan UB pada posisi ke 8 perguruan tinggi di Indonesia.

Dari beberapa versi pemeringkatan tersebut, Achmad Wicaksono mengatakan ada kelemahan UB yang harus dipahami oleh tenaga kependidikan. Salah satu contohnya adalah indikator kelemahan Versi Ristek Dikti.

Menurut data Dikti indikator kelemahan UB bisa dilihat sebagai berikut, yaitu jumlah dosen S3 masih dibawah 50 persen, sedangkan jumlah lektor dan guru besar dibawah 30 persen; rasio dosen dibandingkan mahasiswa menurut PDPT per bulan Agustus 2017 adalah 1:35 melebihi 1:32, untuk akreditasi prodi di UB masih banyak akreditasi belum mencapai A bahkan ada yang masih C (BAN-PT per September 2017). Dari segi kemahasiswaan, UB yang sangat bagus di level nasional terutama PIMNAS tidak cukup membawa menjadi ranking pertama.

Ristekdikti juga menilai ada kelemahan dalam pendataan terutama pada prestasi dan keikutsertaan mahasiswa pada kompetisi bereputasi nasional dan internasional yang juga merupakan indikator penilaian, kurangnya pendataan pada layanan beasiswa, konseling sarana kegiatan mahasiswa, pertukaran mahasiswa, dan pembinaan karir. Hal ini menjadi titik lemah pemeringkatan UB. [Oky Dian/Humas UB]


Hit Counter provided by shuttle service from lax