Ditulis pada tanggal 5 Desember 2013, oleh admin, pada kategori Berita, Informasi

Tim Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang berhasil meraih juara umum Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KGBI) V tingkat nasional yang diselenggarakan mulai 28 November hingga 1 Desember di kampus setempat.

Rektor Universitas Brawijaya  Malang Prof Dr Yogi Sugito, Selasa, mengatakan tahun ini UB tidak hanya sukses sebagai penyelenggara Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) saja, tapi juga meraih prestasi luar biasa.

“Raihan juara umum ini cukup membanggakan, sebab kompetitor kami juga memiliki kemampuan yang cukup mumpuni. Di ajang ini UB meloloskan empat proposal, masing-masing satu proposal untuk setiap kategori dan seluruhnya merebut juara,” kata Rektor, menambahkan.

Rektor berharap mahasiswa dan dosen tidak hanya puas dengan prestasi yang telah diraih tersebut, tapi juga semakin terpacu untuk memboyong berbagai juara dan prestasi lainnya ke kampus UB. Dan, yang terpenting bisa diaplikasikan untuk masyarakat luas.

Kepastian Universitas Brawijaya sebagai juara umum itu tertuang dalam keputusan Dewan Juri KJI Nomor 003/SK/DJ/KJI/2012 dan Dewan Juri KBGI Nomor 002/SK/DJ/KBGI/2013. Dalam surat keputusan itu disebutkan tim UB berhak mendapatkan piala Reka Cipta Titian Nusantara untuk KJI dan Reka Cipta Griya Indonesia untuk KGBI.

Tim UB yang mampu meraih juara itu adalah tim Arundaya untuk kategori jembatan busur, Edelweiss untuk kategori jembatan kayu dan Ken Arok untuk kategori jembatan baja. Sedangkan tim Garuda mewakili UB di ajang KBGI.

Tim Arundaya berhasil meraih juara untuk penilaian dari sisi terindah dan estetika dan Edelweiss meraih juara III serta sebagai jembatan terindah, estetika, sekaligus juara kategori K3 terlengkap dan terealistis. Sedangkan tim Ken Arok meraih juara I, disamping sebagai jembatan terindah, tercepat, dan terealistis.

Sementara tim Garuda yang berkompetisi di ajang KGBI juga meraih juara I dan empat juara kategori lainnya, yakni juara kategori keindahan dan estetika, kinerj a struktural, kesesuaian implementasi terhadap rancangan serta metode pelaksanaan terbaik.

Di ajang KGBI V tersebut, dari 9 finalis dari seluruh Indonesia, Malang meloloskan empat perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), Politeknik Negeri Malang (Polinema) serta Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sedangkan lima perguruan tinggi lain yang menjadi finalis di antaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Bandung, Universitas Negeri Mataram serta Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tema KBGI tahun ini adalah “Rumah Kayu Bertingkat yang Handal dan Berwawasan Nusantara”. Sedangkan untuk KJI, tema yang diangkat adalah “Jembatan Kokoh, Praktis, Inovatif, dan Berwawasan Lingkungan”.

Pada tahun ini, jumlah proposal yang masuk ke panitia mencapai 151 proposal. Dan, setelah dilakukan seleksi, yang menembus final (finalis) sebanyak 34 tim, rinciannya dari 25 tim untuk KJI, masing-masing 8 tim untuk kategori Jembatan Baja, 8 tim kategori Jembatan Kayu dan 9 tim kategori Jembatan Busur serta 9 proposal lainnya untuk KBGI.

Selain UB, perguruan tinggi di Malang yang lolos sebagai finalis, yakni UM, Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan UMM juga meraih juara. [sumber, ANTARA]